PAI (Prinsip Akuntansi Indonesia) mendefinisikan aktiva tetap adalah sebagai berikut :

Yang dimaksud dengan aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.  Aktiva tetap meliputi aktiva yang tidak dapat disusutkan, dan aktiva yang dapat disusutka, mencakup tanah/hak atas tanah, bangunan, mesin serta peralatan lainnya ataupun sumber-sumber alam.  Aktiva tetap lazimnya dicatat sejumlah harga perolehannya.

PAI memisahkan aktiva tidak berwujud dari kelompok aktiva tetap, menurut PAI aktiva tidak berwujud adalah sebagai berikut :

Aktiva yang tidak berwujud mencerminkan hak-hak istimewa atau posisi yang menguntungkan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan.  Hak Patent, Hak Cipta, Franchise, Goodwill adalah jenis-jenis aktiva yang tidak berwujud pada umumnya.

General Accepted Accounting Principle (GAAP) menggunakan istilah property plant, dan equipment dan mendefinisikannya sebagai berikut  :

Aktiva yang sifatnya dipakai terus menerus dan digunakan dalam kegiatan produksi, penjualan barang, penjualan aktiva lain, atau pembelian aktiva lainnya yang bukan untuk dijual.

Sedangkan aktiva tidak berwujud didefinisikan sebagai berikut :

Aktiva perusahaan yang sifatnya tidak lancar, tidak berwujud.  Pemilikan terhadap aktiva ini dimaksudkan akan memberikan keuntungan pada pemilik, seperti Goodwill, Trade mark, Patents, Copy right dan lain-lain.

Smith dan Skousen membagi assets atas dua bagian yaitu :

-           Berwujud (tangible)

-           Tidak Berwujud (Intangible)

Plant assets atau sering disebut juga sebagai aktiva tetap  adalah aktiva berwujud yang digunakan dalam kegiatan operasi perusahaan terus menrus seperti lahan, bangunan, perabot, mesin, dan peralatan lain.

PENGGOLONGAN

Aktiva tetap dapat dikelompokkan dalam berbagai sudut antara lain :

a.  Sudut Substansi, aktiva tetap dapat dibagi :

1.  Tangible Assets atau aktiva berwujud seperti lahan, mesin, gedung, dan peralatan.

2.  Intangible Assets atau aktiva yang tidak berwujud seperti, HGU, HGB, Goodwill-Patents, Copy right, Hak cIpta, Franchise, dan lain-lain.

b.  Sudut disusutkan atau tidak

1.  Depreciated Plants Assets yaitu aktiva tetap yang disusutkan seperti building (bangunan), Equipment (peralatan), machinery (mesin), inventaris, jalan, dan lain-lain.

2.  Undepreciated Palnt Assets, aktiva tetap yang tidak disusutkan seperti Land (lahan).

c.  Berdasarkan jenis

Aktiva tetap berdasarkan jenis dapat dibagi sebagai berikut :

1.  Lahan

Lahan adalah bidang tanah terhampar baik yang merupakan tempat bangunan maupun yang masih kosong.  Dalam akuntansi apabila ada lahan yang didirikan bangunan diatasnya haruss dipisahkan pencatatannya dari lahan itu sendiri.

Khusus bangunan yang dianggap sebagai bagian dari lahan tersebut atau yang dapat meningkatkan nilai gunanya, seperti roil, jalan dan lain-lain maka dapat digabungkan dalam nilai lahan.

2.  Bangunan Gedung

Gedung adalah bangunan yang berdiri di atas bumi ini baik di atas lahan/air.  Pencatatannya harus terpisah dari lahan yang menjadi lokasi gedung itu.

3.  Mesin

Mesin termasuk peralatan-peralatan yang menjadi bagian dari mesin yang bersangkutan.

4.  Kendaraan

Semua jenis kendaraan seperti alat pengangkutan, truck, grader, tractor, forklift, kendaraan roda dua, dan lain-lain.

5.  Perabot

Dalamjenis ini termasuk perabor kantor, perabot laboratorium, perabot pabrik yang merupakan isi dari suatu bangunan.

6.  Inventaris/peralatan

Peralatan yang dianggap merupakan alat-alat besar yang digunakan dalam perusahaan seperti inventaris kantor, inventaris pabrik, inventaris laboratorium, inventaris gudang dan lain-lain.

About these ads