Pengakuan Penjualan Untuk PPN

Penghasilan dari penjualan barang yang umumnya diakui pada saat terjadi realisasi transaksi, yaitu penyerahan (hak kepemilikan barang) kepada pembeli : untuk keperluan praktis administratif pada saat penerbitan faktur.   Dalam system perpajakan, penjualan barang selain mendatangkan penghasilan yang akan dikenakan pajak penghasilan, transaksi penjualan itu juga merupakan penyerahan barang kena pajak yang dapat dikenakan PPN.  Tentang pembuatan faktur pajak, ketentuan pajak mengatur waktu yang berbeda dengan praktek komersial.  Menurut ketentuan pajak, faktur harus dibuat selambatnya akhir bulan setelah bulan terjadinya penyerahan (penjualan). Namun, apabila terjadi pembayaran mendahului transaksi penjualan, atas pembayaran itu sudah terutang PPN.

Pengakuan Penghasilan Untuk beberapa Jenis Perusahaan

Sebagaimana terjadi dalam praktek akuntansi komersial, untuk tujuan perpajakan juga diperlukan perlakuan khusus, selaras dengan kondisinya, untuk menentukan pengakuan penghasilan dari beberapa jenis perusahaan tertentu. Perlakuan khusus itu, misalnya dilakukan terhadap perusahaan kontraktor, yang penghasilannya diakui berdasarkan pendekatan kemajuan pekerjaan tanpa memperhatikkan jangka waktu penyelesaian kontrak.  Presentase penyelesaian itu dapat di ukur berdasarkan pendekatan biaya atau penyelesaian fisik.

Perlakuan khusus juga diberikan kepada perusahaan leasing, ketika pengakuan penghasilan agak berbeda dengan praktek akuntansi, terutama untuk capital lease.  Penghasilan leasor yang dikenakan pajak  penghasilan merupakan sebagaimana dari pembayaran sewa guna usaha dengan hak opsi yang berupa imbalan jasa-sewa guna usaha. Untuk kemudian pengenaan dan penyederhanaan adminstrasi pajak, adakalanya diberlakukan income split yang sejenis dengan pembayaran royalty. Misalnya, pajak penghasilan di hitung 5 persen dari peredaran.  Dalam hal itu, perhitungan penghasilan neto perusahaan tidak relevan lagi.

About these ads