Perkembangan Ilmu Manajemen

Pada perkembangan peradaban manusia, ilmu terbagi dalam tiga kelompok

besar, yaitu :

1. Ilmu yang mempelajari setiap/seluruh gejala, bentuk dan eksistensinya yang

erat hubungannya dengan alam beserta isinya dan secara universal mempunyai

sifat yang pasti dan sarana serta tidak dipisahkan oleh ruang dan waktu, disebut

ilmu eksakta, contoh : fisika, kimia dan biologi.

2. Ilmu yang mempelajari seluruh gejala manusia dan eksistensinya dalam

hubungannya pada setiap aspek kehidupan yang terjadi dalam kehidupan

masyarakat dinamakan ilmu sosial/non eksakta, misalnya : ekonomi, politik,

psikologi, sosial, hukum, administrasi dan lain-lain.

3. Ilmu humaniora, kumpulan pengetahuan yang erat hubungannya dengan seni,

misalnya : seni tari, seni lukis, seni sastra dan seni suara. Ilmu manajemen

merupakan salah satu disiplin ilmu sosial.

Pada tahun 1886 Frederick Winslow Taylor melakukan suatu percobaan time

and motion study dengan teorinya ban berjalan. Dari sini lahirlah konsep teori

efisiensi dan efektivitas. Kemudian Taylor menulis buku berjudul The Principle of

Scientific Managemen (1911) yang merupakan awal dari lahirnya manajemen

sebagai ilmu.

Di samping itu ilmu manajemen sebagai ilmu pengetahuan mempunyai ciriciri

sebagai berikut :

1. Adanya kelompok manusia, yaitu kelompok yang terdiri atas dua orang

atau lebih.

2. Adanya kerjasama dari kelompok tersebut.

3. Adanya kegiatan /proses /usaha

4. Adanya tujuan

Selanjutnya ilmu manajemen merupakan kumpulan disiplin ilmu sosial yang

mempelajari dan melihat manajemen sebagai fenomena dari masyarakat modern.

Dimana fenomena masyarakat modern itu merupakan gejala sosial yang membawa

perubahan terhadap organisasi.

Ada beberapa adalah faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kehidupan suatu

organisasi, yaitu :

1. Tekanan pemilik perusahaan

2. Kemajuan teknologi

3. Saingan baru

4. Tuntutan masyarakat

5. Kebijaksanaan pemerintah

6. Pengaruh dunia Internasional