KEJANGGALAN KASUS GAYUS

Mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji, setelah kasus ‘Cicak Vs Buaya’, kasus ‘Century’ kini namanya kembali didengar dalam kasus penggelapan uang pajak (Markus Pajak) yang dikatakan oleh Susno Duadji dilakukan oleh Gayus Halomoan Tambunan. seorang pegawai Direktorat Jenderal Pajak eselon IIIa yang juga kemudian membawa-bawa beberapa nama petinggi kepolisian, dan bebrapa nama penyidik namun hingga kini nama-nama tersebut belum dapat dijelaskan karena penyelidikan atas keterkaitannya belum terbukti.

Namun, kasus yang menjadi ‘bintang’ berita dibeberapa tv ini memiliki beberapa kejanggalan (Sumber: kompas.com), antara lain :

1. Tidak dilanjutkannya perkara tersangka Roberto Santonius, konsultan pajak yang mengirimkan uang Rp 25 juta ke rekening Gayus untuk mengurus pajak kliennya. Awalnya, penyidik menangani perkara Roberto dan Gayus bersamaan. Namun, hanya perkara Gayus yang dilimpahkan ke kejaksaan.

2. Penyidik tidak menahan Gayus setelah ditetapkan sebagai tersangka korupsi, pencucian uang, dan penggelapan terkait uang Rp 395 juta yang ada di rekeningnya. Gayus tidak ditahan hingga proses pengadilan selesai.

3. Kejaksaan menghilangkan perkara korupsi yang dijerat oleh penyidik kepada Gayus dan hanya melimpahkan perkara penggelapan dan pencucian uang. Menurut jaksa, hasil gelar perkara hanya dua pasal itu yang dapat dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tangerang. Hakim lalu memutuskan vonis bebas terhadap Gayus.

4. Tidak diusutnya asal-usul uang Rp 24,6 miliar yang ada di rekening Gayus. Menurut Susno, diduga penyidik serta jaksa menikmati uang itu setelah pemblokiran dibuka. Kapolri telah memerintahkan untuk mengusut uang yang diakui milik Andi Kosasih (pengusaha properti asal Batam).

5. Awalnya, penyidik menyatakan hanya ada tiga transaksi mencurigakan di rekening Gayus, berjumlah Rp 395 juta. Namun, menurut PPATK, ada banyak transaksi mencurigakan di rekening Gayus yang telah dilaporkan kepada penyidik. Setelah dikonfirmasi pernyataan PPATK itu, polisi menyatakan ada 19 transaksi mencurigakan yang masih disidik.

Mengenai pernyataan Susno yang kontroversial tersebut, disebut-sebut Susno memiliki bukti atas tudingannya. “Buktinya ada, yaitu analisis PPATK itu. Satu bukti sudah jelas, duit itu cair,” kata Susno dan tugas kepolisian untuk mengetahui kearah mana arah aliran uang tersebut “Nah, yang punya kewenangan membuktikan itu adalah penyidik. Bukan pelapor. Saya dikatakan dan diminta untuk membuktikan. Yang membuktikan itu, yang disana (Bareskrim Polri). Yang bisa memanggil di sana (Bareskrim Polri). Kewenangan saya apa? Saya tidak bisa periksa Gayus, Andi Kosasih, dan jenderal yang diduga terlibat,” ungkap Susno lebih jauh.
SUMBER :http://dcamz.wordpress.com/2010/04/20/kejanggalan-kasus-gayus-markus-pajak/.